Eleng's Weblog

Kusertakan Dia dalam setiap nafasku

MENANAM PEPAYA Jilid II


Pelajaran Ketiga.
     Walaupun mengalami kegagalan, kita tidak patah semangat. Kita ulangi lagi penanaman seperti cara yang pertama. Untuk penanaman yang kedua ini menunggu curah hujan mulai tidak begitu tinggi. Seperti sebelumnya! Penaman dengan tumpang sari. Hanya saja yang ditanam kali ini adalah kacang tanah. Bibit pepaya ditananam seperti sebelumnya. lubangi tanah sedalam ± 1 sd 2 Cm dengan lebar secukupnya, yang penting bibit bisa masuk. Jarak antar tanaman ± 1,5 sd 2 M.
     Untuk kali ini Alhamdulillah bibit berhasil tumbuh. Bibit yang kita buat sendiri berhasil tumbuh sebanyak 20 batang pohon, sedangkan bibit yang kita beli bisa tumbuh 80 batang. Ketika pohon sudah bisa tumbuh setinggi ± 10 Cm kita beri pupuk urea & ponska secukupnya dengan takaran kira-kira. Dan selanjutnya ketika sudah tumbuh lagi setinggi ± 20 Cm kita melakuan pemupukan lagi dengan pupuk yang sama dan takaran kira-kira. Terakhir ketika pohon sudah tumbuh setinggi ± 50 Cm. itulah terakhir kalinya kita memberi pupuk. Selanjutnya kita hanya melihat sejauh mana pohon ini berkembang dengan sendirinya. Hehehe… Maklum! Kita menanam ala kadarnya tanpa ilmu yang memadai…
Pelajaran Keempat.
     Inilah masa yang ditunggu, setelah lama menanti akhirnya datang juga. Kurang lebih sekitar 10 bulan pohon mulai berbuah. Dan masa yang paling menyenangkan adalah antara 1 sampai dengan  2 tahun. Ini adalah masa yang paling produktif. Pohon-pohon berbuah begitu segarnya, oh Nikmattt….
     Terbersit dihati bagaiman cara menjual buah pepaya ini! Dan inilah saat yang mendebarkan. Masa dimana buah harus dijual. Mula-mula coba kita bawah 5 biji pepaya ke penjual buah dipasar. Kita tawari mereka buah pepaya hasil panen kita. Dan tanpa diduga ternyata untuk masalah yang satu ini tidak begitu susah. Karena selama ada penjual buah dan kita mau berusaha untuk menawari mereka kebanyakan mereka akan mau membeli. Hal ini dikarenakan buah yang kita jual otomatis harganya lebih murah dibanding kiriman dari tempat lain yang lebih jauh. Walaupun kualitas tidak kalah dibanding dengan buah yang lain. Hari berikutnya, tanpa kita tawari lagi, mereka justru datang ke kebun kita untuk minta dikirimi lagi apabila buah sudah mulai masak…
Alhamdulillahi rabbil alamin. Selesai sudah pengalaman yang begitu indah.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: